Desa Loa Kulu Kembangkan Potensi Dibidang Perikanan
Kepala
Desa Loa Kulu Kota Muhammad Rizal
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu termasuk zona minapolitan. Zona
minapolitan merupakan yang merupakan salah satu penghasil ikan terbesar yang
siap jual untuk memenuhi kebutuhan di Kuka, Kaltim serta luar Kaltim.
Kepala Desa Loa Kulu Kota Muhammad Rizal
mengatakan, salah satu potensi terbesar di Loa Kulu Kota ini ialah sektor
perikanan, sebanyak 381 pelaku usaha perikanan yang terdiri dari kelompok
pembudidaya ikan (Pokdakan) Kelompok Usaha Bersama (KUB), hingga kemandirian.
"Di sini hanya ada 6 pokdakan saja,
sisanya petani keramba, nelayan, dan kolam. Jadi di Loa Kulu ini untuk usaha
perikanan bisa menggunakan keramba atau kolam," kata Muhammad Rizal kepada
Poskotakaltimnews, belum lama ini.
Menurutnya, usaha perikanan ini sangat
menjanjikan, karena hampir setiap orang bisa makan ikan, dan pangsa pasarnya
juga luas. Sementara pemasaran untuk usaha perikanan di Loa Kulu Kota telah
melayani wilayah Kaltim, dan Kaltara.
"Untuk harga jualnya tidak jatuh, kalau
ikan nila dan mas sekitar Rp. 35-38 ribu, sedangkan patin 25 ribu per kilo.
Rata rata masyarakat di sini telah lama menekuni usaha perikanan,"
sebutnya.
Ia menyebutkan, 1 petani perikanan kolam
dalam satu hari bisa memanen 600-700 Kg ikan, memang awalnya petani tersebut
menunggu hasil panen hingga 3 bulan. Setelah usaha mereka lancar, mereka dapat
mengatur hasil panen bisa dilakukan setiap hari.
Sementara bentuk dukungan dari pemerintah
desa terhadap sektor perikanan adalah, pemerintah desa telah memberikan
pelatihan pembudidaya ikan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM).
"Dan memberikan bantuan pakan maupun
benih. Itu bagian bentuk dorongan kami, agar masyarakat kita bisa menangkap peluang,
yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat juga," ungkapnya.
Dirinya berharap, generasi seterusnya mampu
menanglap peluang disekitarnya, salah satu contohnya desa Loa Kulu Kota telah
menyediakan lingkungan yang besar, dari lingkungan bisa menjadi peluang bisnis
seperti usaha perikanan, dan pertanian.
"Jangan kerja maunya di perusahaan atau
pegawai, sedangkan lingkungan kita sudah menyediakan, tapi tinggal SDMnya
saja," tutupnya.(riz/adv)